Secarik Token di Bilik Suara Pemilihan Ketua OSIM MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI–Tidak ada lembar surat suara yang dibentangkan di lapangan indoor MTs Negeri 2 Tegal, Sabtu (26/9) pagi. Di dalam bilik suara, yang menunggu pemilih adalah sebuah laptop dengan pemindai. Hari itu murid, guru, dan karyawan menyalurkan hak pilih dalam Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (PILKETOS) dengan sistem digital.
Pemungutan suara ini menjadi puncak pesta demokrasi OSIM tahun ini. Lima hari sebelumnya, Senin (21/9), lima calon ketua telah menyampaikan orasi visi, misi, dan program kerja di tempat yang sama. Mereka adalah Sukma Yanuar Andrea (VIII U1), Aqilla Naya Parahita (VIII U1), Amira Nafisa Metriadhi (VIII U6), Zheefana Aurelia Zahra (VIII F), dan Arif Mahatir (VIII U3).
Murid datang ke lapangan indoor secara bergantian per kelas. Setiap pemilih didata satu per satu, lalu menuju petugas pencetak token untuk menerima secarik kertas token. Token itu kemudian dipindai pada laptop di bilik suara. Setelah pindaian diterima, barulah pemilih menentukan pilihannya di layar.
Keluar dari bilik, pemilih menyerahkan kembali kertas token ke kotak yang dijaga petugas. Setelah itu, satu tradisi pemilu tetap dipertahankan: setiap pemilih mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan suara.
Sistem ini memangkas hampir seluruh kertas yang biasanya menyertai pemilihan ketua organisasi siswa. Tidak ada surat suara yang dicetak sebanyak jumlah pemilih, tidak ada kotak suara, dan tidak ada lembar hitung manual yang menumpuk setelah acara selesai. Langkah ini sejalan dengan kesadaran yang kian menguat di banyak negara bahwa ketergantungan pada kertas ikut menambah tekanan terhadap hutan dan persoalan sampah.
Selain lebih hemat, pemilihan juga berjalan lebih ringkas. Suara tercatat langsung di sistem sehingga panitia tidak perlu membuka kotak dan menghitung lembar demi lembar. Bagi madrasah, pemilihan ini menjadi salah satu wujud nyata langkah transformasi menuju madrasah digital, yang tidak berhenti pada pembelajaran di kelas tetapi juga menjangkau kegiatan kesiswaan.
Aplikasi e-voting yang dipakai hari itu dibuat oleh Ghani Nur Wicaksono, guru TIK MTs Negeri 2 Tegal. "Bagi saya, membuat aplikasi E-Voting Pilketos bukan sekadar tentang menulis kode dan membangun sebuah sistem," ujarnya. "Ini adalah tentang bagaimana teknologi dapat hadir memberikan solusi nyata, sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berdemokrasi, menentukan pilihan, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Sebuah langkah kecil dalam menghadirkan transformasi digital di madrasah."
Pemilihan hari itu menunjukkan bahwa kegiatan rutin kesiswaan dapat digelar tanpa selembar pun surat suara. Sistem serupa terbuka untuk direplikasi madrasah lain di Kabupaten Tegal yang tengah menapaki jalan yang sama menuju madrasah digital.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Gemilang di Lomba Tahfidz IYF Ke-2, MTs Negeri 2 Tegal Raih Juara 1, 3, dan 10 Besar
SLAWI— Prestasi membanggakan ditorehkan MTs Negeri 2 Tegal dalam Lomba Tahfidz Islamic Youth Festival (IYF) Ke-2 JSIT Indonesia 2026 yang digelar di MI IT Luqman Al Hakim, Sabtu (
Janji Arif untuk Antiperundungan di MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI—"Menghadirkan madrasah tanpa perundungan!" Kalimat itu diucapkan Arif Mahatir dengan lantang di lapangan indoor MTs Negeri 2 Tegal saat orasi calon ketua, Senin (21/9). Di h
Hendak Ikuti Lomba Tahfidz, Lima Murid MTs Negeri 2 Tegal Tetap Gunakan Hak Pilih
SLAWI — Hendak mengikuti lomba Tahfidz dalam rangka Islamic Youth Festival (IYF) Ke-2 di MI IT Luqman Al Hakim, lima murid MTs Negeri 2 Tegal tetap menunaikan hak pilih da
Menadah Berkah dalam Istighotsah Kliwonan MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI–Matahari baru naik sepenggalah dan angin September leluasa berembus ke lapangan indoor MTs Negeri 2 Tegal. Di lantai jingga lapangan yang tertutup karpet biru, ratusan murid
53 Murid Ikuti Babak Penyisihan Spelling Bee English One Tegal
SLAWI— Sebanyak 53 murid MTs Negeri 2 Tegal mengikuti babak penyisihan kompetisi Spelling Bee yang diselenggarakan oleh English One Tegal, Rabu (23/9). Kegiatan berlangsung di lan
Ruslani Terima SK Pensiun, Akhiri Pengabdian sebagai Guru IPA MTs Negeri 2 Tegal
SLAWI— Guru IPA MTs Negeri 2 Tegal, Ruslani, menerima Surat Keputusan (SK) pensiun dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Kamis (17/9). Penyerahan SK tersebut berlangsung
Manfaatkan Jam Istirahat, MTs Negeri 2 Tegal Gelar Rapat Pembinaan
SLAWI–Bel istirahat baru saja berbunyi ketika kursi-kursi di ruang guru MTs Negeri 2 Tegal mulai terisi. Rabu (23/9) pukul 09.40, guru dan tenaga kependidikan berkumpul mengikuti
13 Murid MTs Negeri 2 Tegal Unjuk Kemampuan di Olimpiade Bahasa Arab IYF Ke-2
SLAWI— Sebanyak 13 murid MTs Negeri 2 Tegal mengikuti Olimpiade Bahasa Arab dalam rangka Islamic Youth Festival (IYF) Ke-2, Selasa (22/9). Para peserta telah hadir sejak p
Lima Kandidat Ketua OSIM MTs Negeri 2 Tegal Sampaikan Gagasan dalam Orasi
SLAWI– Lima kandidat Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 2 Tegal menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam kegiatan orasi calon Ketua OSIM (Cake
Piagam di Tengah Dua Tangan: Rizal, Guru IPA MTs Negeri 2 Tegal, Terima Kenaikan Pangkat
SLAWI – Dua tangan menggenggam selembar piagam di Aula Al-Ikhlas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Senin (21/9). Nama Rizal tercetak di tengah kertas itu. Rizal adalah g