• MTS NEGERI 2 TEGAL
  • Berkarakter, Modern, & Dinamis

KSM DAN MYRES AJANG PRESTASI MENUJU MADRASAH HEBAT BERMARTABAT

Oleh: Bambang Cahyono, S.Ag. (Guru Mapel IPS/Pembina KSM IPS MTsN 2 Tegal)

 

Assalaamu’alaikum wr., wb.

Bagaimana kabar kalian hari ini, penulis  berharap kalian selalu sehat, dan tetap semangat belajar meski  secara mandiri. Semoga kalian siswa MTS Negeri 2 Tegal mendapat ilmu yang bermanfaat. Amin. Ingat dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kalian harus selalu jaga kesehatan. Jangan suka begadang, makan makanan sehat, istirahat cukup, olah raga teratur, dan jangan lupa ibadah. Jangan kontak lansung dengan orang asing, jika keluar rumah pakai masker. Protokol kesehatan harus diperhatikan.

Kementerian Agama Republik Indonesia rutin menggelar ajang  tahunan berupa olimpiade bagi para siswa  Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) baik negeri maupun swasta. Olimpiade yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama bernama Kompetisi Sains Madrasah ( KSM ) dan Madrasah Young Researcher  Super Camp ( MYRES ).

Perlu diketahui  Kompetisi Sains Madrasah (KSM)  sangat berbeda dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN).  Kalau OSN  adalah olimpiade pada  mata pelajaran tertentu secara mendalam, seperti  IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia. OSN menguji tingkat penguasaan siswa terhadap  mata pelajaran tertentu yang diikuti dalam even olimpiade.

Sedangkan KSM, merupakan bentuk kompetisi  yang mengintegrasikan antara mata pelajaran umum dengan mata pelajaran agama (PAI). Seperti :  IPA Terpadu, IPS Terpadu, Matematika,  diintegrasikan dengan Al-Qur’an-Hadits, Fiqih, Aqidah-Akhkaq, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Dengan demikian siswa MI, MTs, dan MA, untuk menjadi juara KSM harus menguasai  seluruh materi pelajaran yang dipilih dan mampu mengintegrasikan dengan mata pelajaran PAI. Misalnya IPA Terpadu plus PAI, IPS Terpadu plus PAI,  dan Matematika plus PAI. Jadi cakupan materi kompetisi pada even KSM memiliki tingkat kompleksitas sangat tinggi.

Penyelenggaraan KSM tahun  ini berbeda dengan KSM tahun sebelumnya.  Tahun ini KSM diselenggarakan secara online sehingga disebut KSMO  dan peserta harus mengikuti kompetisi  dengan cara mengerjakan soal-soal dari rumah masing-masing, setiap madrasah hanya dapat mengirimkan satu siswa terbaik untuk setiap mata pelajaran yang dilombakan,  serta penilaiannya  langsung secara nasional, seperti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan tahun lalu pelaksanaan KSM, deselenggarakan secara berjenjang  mulai dari KSM tingkat madrasah, KSM tingkat Kabupaten, KSM tingkat Provinsi, dan KSM tingkat Nasional.

Jumlah peserta KSMO tahun ini baik dari MI, MTs, maupun MA mengalami peningkatan sangat signifikan.  Untuk tingkat provinsi di  Jawa Tengah    jumlah peserta per 20 Oktober 2020  mencapai 10.154 peserta. Untuk  Kabupaten Tegal  mengirim  39 peserta, sedangkan Kabupaten Magelang  hanya 19 peserta. Kabupaten Boyolali mengirim 599 peserta (terbesar).   Secara nasional  Provinsi pengirim peserta KSM terbesar adalah    Jawa Tengah  10.154 peserta, dan Provinsi  Kalimantan Utara 78 peserta (peserta paling sedikit).  Sedangkan jumlah peserta KSMO  secara nasional  sekitar 45.238 peserta. Hal ini bisa dipahami karena pelaksanaan tahun ini secara online dan tidak berjenjang sebagaimana tahun lalu. Data dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

 

 

Pada KSMO  tahun 2020 yang lalu, MTs Negeri 2 Tegal mengirim tiga orang siswa terbaik untuk tiga  mata pelajaran yang dikompetisikan. Mapel IPS Terpadu Terintegrasi diwakili oleh Citra Puspa Ayu kelas 8 FDS 2, IPA Terpadu Terintegrasi diwakili oleh Nayla Syafira kelas 9 FDS 2, dan Matematika Terintegrasi  diwakili oleh Muhammad Fakhri Azhar kelas 8 FDS 3.

MTs Negeri 2 Tegal  baru mengikuti  KSM  pada tahun 2018, dan 2019. Pada dua tahun berturut-turut tersebut  dua siswa terbaik MTs Negeri 2 Tegal mampu  menembus ke tingkat nasional. Pertama pada tahun 2018 Alifah Salma Khaerunisa dari kelas 9 FDS 1 untuk KSM mata pelajaran IPS Terpadu Terintegrasi  meraih Juara 2 Kabupaten, Juara 2 Provinsi di Pemalang, dan  ranking 25 Nasional di Bengkulu. Kedua pada tahun 2019 Afdal Elang Arifin dari kelas 7 A untuk KSM mata pelajaran IPS Terpadu Terintegrasi mampu meraih Juara 1 Kabupaten, Juara 1 Provinsi di Kebumen, dan Juara 1 Nasional (emas ketiga) di Manado, Sulawesi Utara.

Adapun jadwal pelaksanaan KSMO tahun 2020 dengan mengacu pada Juknis KSM tahun 2020 adalah tanggal 2-3 November 2020 Uji coba KSMO Nasional, tanggal 9-10 November 2020 KSMO Nasional, dan pengumuman pemenang KSMO tanggal 19 November 2020 melalui portal http//ksm.kemenag.go.id. (hingga artikel ini di buat KSM 2020 belum diselenggarakan).

KSMO dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama peserta meyelesaikan soal-soal dengan jawaban pilihan ganda, sedangkan pada hari kedua peserta menyelesaikan soal-soal moderasi, soal-soal uraian, bahkan sampai  peyelesaian masalah (problem solving) bentuk naratif.

Selain Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kemenag RI juga meyelenggarakan even nasional berupa  Madrasah Young Researcher  Super Camp (MYRES). Peserta MYRES adalah siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Peserta MYRES harus mengirim proposal ke panitia tingkat nasional  untuk diseleksi. Bagi yang proposalnya lolos seleksi, berarti berhak untuk mengikuti final MYRES berupa presentasi. Cakupan atau bahan yang menjadi kajian dalam penelitian meliputi tiga bidang yaitu, bidang Sains Keagamaan, bidang Sains MIPA dan Pengembangan Teknologi, dan bidang Sosial Humaniora.

Peserta MYRES tahun 2020 meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Secara nasional proposal MYRES diumumkan pada tanggal 20 Oktober 2020 baik untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA). Di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari tiga bidang kajian MYRES sudah lolos 50 proposal di bidang MIPA dan Pengembangan Teknologi, 50 proposal  bidang Sosial Humaniora, dan 50 proposal  bidang Sains Keagamaan.

Salah satu tujuan diselengarakannya KSM maupun MYRES adalah untuk menciptakan generasi yang tangguh berprestasi  dalam bidang ilmu pengetahuan umum  dan penguasaan ilmu agama. Yang terbentuk dalam wadah lembaga yang bernama madrasah. Sehingga terciptalah Madrasah Hebat Bermartabat.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING DI ERA PANDEMI COVID-19

Oleh : Yudhi Adil Amrulloh, S.Pd   Sudah sejak maret 2020 Indonesia memasuki status pandemi karena Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 yang telah menginfeksi jutaan orang di leb

23/06/2021 05:29 - Oleh Administrator - Dilihat 881 kali
Suka Duka Belajar Online saat Pandemi Corona

Oleh: Muhammad Akhwash Al Hakim (Kelas 8 FDS 3)   Pandemi Corona atau coronavirus disease 2019 (covid 19) memberikan banyak pelajaran berharga dalam setiap sendi kehidupan. Sebagia

23/06/2021 05:28 - Oleh Administrator - Dilihat 2497 kali